Wabup Matim : 30 Persen Warga KMT Anggota Koperasi

Wakil Bupati : Agas Andreas, SH.,M.Hum

Jumlah warga Kabupaten Manggarai Timur (KMT) yang sudah menjadi anggota koperasi mencapai 30 persen dari jumlah penduduk. Demikian disampaikan Wakil Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas dalam sambutannya saat membuka Pelatihan Manajemen Pengelola Koperasi di Borong, Selasa (6/6). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah KMT yang akan berlangsung selama empat hari.

Ditambahkannya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah KMT dalam menjadikan koperasi sebagai wahana perekonomian masyarakat. “Selain dukungan fasilitas, sarana prasarana dan permodalan, yang tidak kalah pentingnya adalah Pendidikan dan pelatihan,” ujar Andreas. Sumber daya pengelola koperasi yang memadai menjadi salah satu kunci untuk dalam menjalankan roda usaha dan kelembagaan koperasi.

Menurut Andreas, koperasi merupakan organisasi milik anggota yang dikelola bersama, bukan milik orang-orang tertentu atau  pemilik modal. Kepercayaan anggota kepada pengurus dan kepercayaan pengurus kepada anggota mrnjadi modal utama kekuatan koperasi. Oleh Karena itu, untuk menumbuhkan rasa percaya harus dimulai dari pengurus atau pengelola yang menjalankan tugasnya secara transparan. “Kalau mau anggota percaya kepada pengurus, kelolalah koperasi secara baik dan transparan, pelayanan tidak pandang bulu dan tepat waktu,” ujarnya.

Koperasi di KMT, kata Andreas, akan mengalami kemajuan yang dibuktikan dengan pengelolaan koperasi secara professional, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan anggota dan masyarakat,  pembukuan yang baik serta penerapan tehnologi modern dalam usaha bertahap dapat terwujud. “Menggerakkan koperasi sebagai wahana perekonomian masyarakat Manggarai Timur sebagai salah satu strategi pembangunan kita, bukan sekedar isapan jempol,” ujarnya.

Pada akhir sambutannya, Andreas  menekankan empat hal yang harus dilakukan. Pertama, menuumbuhkan kesadaran berkoperasi masyarakat dengan terus memberikan penyuluhan dan Pendidikan agar masyarakat memahami pentingnya berkoperasi bagi pribadi dan keluarga. Kedua,  bagi koperasi yang belum berbadan hukum, segeralah proses badan hukumnya. Ketiga, setiap koperasi harus memiliki kantor yang representative guna mempermudah pelayanan.

Pesan terakhir yang disampaikan Andreas adalah untuk terus menggerakkan semangat kemandirian, Pendidikan dan solidaritas kepada anggota dan masyarakat dan hindari kebiasaan hanya mengharapkan bantuan orang lain. Mc Manggarai Timur/Bennyndap

Print Email

LOKASI KAMI :